Follow me on Twitter RSS FEED

Cheers .. Everybody Knows Your Name

making your way in the world today
takes everything you've got ..
taking a break from all your worries
sure would help a lot ..
wouldn't you like to get away?
Secara sejarah dan budaya, aku tipikal produk yg dididik dan dibesarkan rentang era 70 hingga 80an. Meninggalkan slogan "Make Love Not War" warisan generasi Hippies, sekaligus keburu tua untuk terlibat jaman alternatives ala Grunge 90an. Jika meminjam diskografi musik, keemasanku adalah saat Deep Purple menikmati kesuksesan Smoke On The Water, lalu mencapai puncak sekaligus mentok ketika Guns And Roses menjajah dunia lewat Appetite For Destruction. Atau singkatnya, telah dirangkum oleh Pink Floyd dgn keajaiban The Dark Side Of The Moon yg bertahan di tangga Billboard selama 741 minggu, alias berkuasa sejak 1973 hingga 1988. Rentang 15 tahun bisa bermakna panjang bagi mereka yg rajin menghitung hari demi menanti perubahan, namun begitu singkat untuk pelaku perubahan berikut lebur dalam gempitanya. Bagaimana tidak, hanya dari musik saja, saat itulah beragam olahan mentah era 60an yg telah dimuntahkan untuk diracik kembali di dalam pohon budaya hingga bercabang ke setiap ranting2nya. Too young to die, too old to Hip Hop.

Pertemuan barat dan timur oleh Elvis hingga Hendrix, dimutakhirkan oleh Led Zeppelin juga The Doors. Kemudian diberi label baru Heavy Metal oleh Van Halen bahkan The Police memproklamirkan diri sbg New Wave. Jangan lupakan perkawinan Jazz dan Rock menjadi Fussion, kemudian wabah Disco merambah ke tiap lantai dansa yg sanggup membuat Pink Floyd berdentam lewat Another Brick In The Wall, Queen dgn Another One Bites The Dust, Yes punya Owner A Lonely Heart, Kiss tanpa sungkan menari I Was Made For Loving You, lalu Van Halen meloncat, Jump! Semarak genit ini gak dipungkiri akibat revolusi penampilan yg sanggup membuat Ozzy Osbourne dan Alice Cooper frustrasi, gara-gara kemasan satelit bernama MTV. Kompromi pasar ini kelak memberi penegasan tersendiri melalui sub genre bernama New Romantics. Dilarang kaget demi melihat metamorfosa David Bowie hingga kecentilan Boy George, dan di atas semua adalah dunia tersihir lewat rombongan pemuda wangi berjulukan Duran Duran. Untuk selanjutnya, selamat datang Hair Rock dan segala boys n girls band.

Membicarakan kejayaan 80an sbg ikon, mungkin tema ini akan semakin menggelisahkan bagi mereka yg luput mencicipi pesonanya. Entah bagi para Jurasic yg ngotot berkubang di era psychedelic sambil berusaha mengabaikan 80an, maupun junior kelahiran 80an yg cuma numpang liwat dan kini hanya sanggup menghafal lagu2 yg mereka pikir asik dari serial TV "Glee". Bagi rekan sejawat seangkatan yg mungkin terlalu berat dalam hidupnya saat itu sehingga skip, masih bisa membeli kembali masa lalu yg hilang itu lewat kekayaanmu sekarang. Bukankah sejarah memang bisa dimanipulasi dan bersedia manis kepada uang? No offense, nikmati saja siklus hidup selagi mampu asal jangan jadi pembunuh. Perihal 80an tentu bukan hanya lagu atau MTV melulu, tapi sanggup melibatkan identitas global sekaligus spesifik. Inilah simbol buat menjadi dan merasa cerdas menyimak, lalu boleh berkembang sbg warga yg punya wadah dan sebagian mengatakannya: "Generasi". Berpijaklah dgn nyaman, pesan minuman dan bersulang, kemudian berbahasalah lewat caramu, "I am a lover, not a fighter". CHEERS ..
sometimes you wanna go ..
where everybody knows your name
and they're always glad you came
-duke-

3 komentar:

Anonim mengatakan...

.:C H E E R S:.

Anonim mengatakan...

Come and make love to me!

sybern4t mengatakan...

marriage is a fine institution but i am not ready for an institution

Poskan Komentar