Follow me on Twitter RSS FEED

E P I F A N I

Posted in

People celebrate the feast of Epiphany On January 6 which takes its
name from the Greek word Epiphaneia to identify a spectacular event.
There is not an equivalent word in the English language but has been
translated as disclosure, manifestation, unveiling or appearance.
This translation doesn't do justice to the significance of the word.
At the simplest level, Epiphany commemorate the appearance of
Majus from the East witnessed a miraculous intervention by Gods
on their behalf. But on closer inspection, what are the ramifications
of the cosmic signs about "this helpless baby" is a newborn king?

Epifani menurut googling, "Adalah peristiwa istimewa dalam kehidupan seseorang yg menjadi titik balik dgn pengaruh berbeda-beda, bisa negatif atau positif tergantung besaran epifaninya". Pendapat ini sering dikutip para motivator demi membangkitkan semangat dicampur topik relevan agar lebih membumi dan berdampak empathy. Bagaimana Epifani dibutuhkan dalam proses peningkatan kinerja mencapai kualitas tertentu, misalnya lewat fenomena tim "Barcelona", yg nanti dapat diganti menjadi "Saya" atau "Anda" atau apapun. Data hingga awal Desember 2011, Barcelona seolah kehilangan naluri pemenang dan sudah merasa puas walau hasil laganya berakhir seri. Berbeda dgn sang rival Real Madrid yg justru semakin garang, 10 kemenangan beruntun dgn rasio 3 gol dicetak tiap laga menjelang El Clasico edisi 11 Desember 2011. Wajar jika Real Madrid sekaligus tuan rumah kali ini amat diunggulkan oleh majoritas pengamat, mereka pasti melumat Barcelona untuk mempertegas status pemimpin klasmen La Liga hingga paruh musim. Nah, sekarang gantilah "Barcelona" dgn "Saya", kemudian "Anda" untuk "Real Madrid". Cermati dimana, kapan, dan bagaimana Epifani eksist, apakah lebih berlaku bagi "Saya", "Anda", atau apapun?
Ketika seorang pemimpin memiliki agenda kerja maupun kebiasaan dalam periode tertentu untuk mengunjungi berbagai instansi hingga bertemu masyarakat di wilayah kerjanya, salah satu kepentingannya adalah mengingatkan bahwa ia masih mengendalikan kekuasaan. Kemudian tampil memimpin sidang lalu mengambil keputusan politik serta anggaran, juga bersedia gunting pita di depan rakyatnya. Menurut terminologi Yunani, proses demikian disebut Epiphaneia yakni "tampil menampakkan diri", atau "unjuk kekuasaan", untuk "mempertegas pengakuan" sbg Epifani. Kata Epiphaneia terdiri atas dua elemen yakni preposisi "epi" (di atas) dan kata kerja "phaino" (bersinar, terlihat), menjadi kata benda Epifani. Sebagai pemimpin yg memiliki agenda kerja secara periodik mengunjungi berbagai instansi dan bertemu masyarakat di wilayah kerjanya, belum terjadi Epiphaneia. Saat beliau tampil memimpin sidang atau terlihat menggunting pita, itulah Epifani. "Mengunjungi" belum tentu mengandung makna "tampil", tetapi "penampilan" sudah mencakup makna "kunjungan". Saat ditundukkan Getafe dua minggu sebelum El Clasico, Barcelona telah mendapatkan proses Epifani pertama yakni dampak "membangkitkan macan tidur". Akibatnya berlanjut pada kemenangan mutlak atas rival abadi Real Madrid, merupakan Epifani kedua sbg modal menuju level tingkat dunia di Tokyo. Akhirnya Barcelona menutup tahun 2011 sbg klub terbaik seantero jagad dgn menghancurkan Santos 4 - 0, Epifani ketiga yg diarungi hanya dalam waktu sebulan dan terangkai bukan lewat kebetulan semata. Proses Epifani menegaskan manifestasi sebuah eksistensi secara kuantitas dan kualitas tertentu dalam mencapai standard perubahan.

Kapan sejatinya istilah Epifani awal digunakan, rupanya terkait dgn eksistensi Yesus dari Nazareth. Terdapat dua pemahaman manifestasi yakni pertama, kelahiran Yesus yg diberi kesaksian oleh kedatangan orang Majus di Betlehem. Kedua, manifestasi Yesus memulai karya pelayanan sbg Anak Allah saat dipermandikan oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Keduanya memiliki pemahaman yg sama mengenai Epifani, yakni proses manifestasi Yesus Kristus di dunia walaupun melalui peristiwa berbeda. Namun secara kronologis maupun yg diakui pihak gereja serta tradisi Kristen, Epifani identik sbg hari raya setiap 6 Januari untuk merayakan eksistensi Yesus terhadap dunia dalam bentuk kelahiranNya serta kesaksian para Majus, sehingga disebut pula Hari Tiga Raja. Maka Epifani menjadi bagian perayaan masa Natal sejak 25 Desember hingga berpuncak pada 5 Januari setiap tahun, juga umumnya ditandai pelepasan atribut Natal berupa membereskan kembali pohon atau kandang Natal. Maka itulah setiap Upacara Misa gereja pada pekan pertama awal tahun, umumnya Pastor membacakan Injil menurut Matius pasal 2, ayat 1 hingga 12. Alasannya sederhana, karena hanya pada Injil Matius sbg satu2nya yg memuat kisah kunjungan Orang Majus untuk menyembah bayi Yesus. Meski gak secara detail menyebutkan tentang jumlah, status dan asal, jenis kelamin, bahkan nama para Orang Majus, selain mereka telah datang dgn mengikuti sebuah bintang terang yg disebut Bintang Natal atau Bintang Betlehem. Siapakah para Majus, atau disebut pula Orang-orang Bijak dari Timur?
Menurut Rasul Matius adalah para ahli Astrologi dari jauh, orang terpandang yg menguasai supranatural (magus adalah bentuk jamak dari "magi", kemungkinan akar kata "magic") kaum Persian, mungkin pula terdapat pendeta Zoroastrian di rombongannya. Dipastikan berjumlah banyak atau membawa pasukan, setidaknya dapat membuat Raja Herodes dgn reputasi yg gak ramah telah bersedia menerima dan menghormati mereka. Bahkan Herodes amat perhatian dan mengumpulkan para ahli Taurat dan segenap pembesar kerajaan untuk membahas perkara bintang yg terkait dgn nubuat kelahiran raja, walau ada maksud terselubung setelahnya. Dalam tradisi yg kelak diilustrasikan berbagai kisah sejak abad 6, jumlah para Majus digambarkan tiga orang karena berdasarkan jumlah hadiah yakni emas, kemenyan, dan minyak mur. Emas adalah simbol kejayaan atau persembahan tertinggi, bahkan komoditas berharga di luar Bumi. Ada beberapa tulisan mengenai Alien yg berburu emas sbg sumber energi langka hingga ke Bumi, maka penggemar angkasa luar dapat terlibat dalam kisah ini bahwa kaum alienpun datang dgn UFO (bintang terang) untuk bersaki kelahiran Yesus. Kemenyan merupakan lambang ritual atau upacara sakral, maka bayi Yesus akan menjadi imam agung. Sementara Minyak Mur menyebarkan wangi dan estetika, bahwa Yesus hadir merekatkan hubungan antara manusia dgn Tuhan sekaligus balsem bagi kematianNya menebus dosa manusia. Ketiga persembahan sbg pengakuan mutlak dari orang asing, bahkan ada referensi menyebutkan mewakili kaum kafir, kepada kehadiran Tuhan yg justru gak disadari raja Herodes mewakili penguasa Romawi dan ditolak para ahli Taurat Yahudi. Raja yg kelak dirajam dan disalib oleh bangsanya sendiri.
Para Majus sbg manifestasi Yesus sbg proses Epifani awal, kemudian disimbolkan Tiga Raja bernama Baltasar, Melkior dan Kaspar untuk mewakili sosok dari Asia, Afrika dan Eropa Utara berdasarkan warna kulitnya. Ketiga rombongan raja harus mengikuti satu bintang lewat perjalanan jauh, kemungkinan lebih dari seminggu bahkan bulanan waktu kalender sekarang. Hal ini dapat memprediksi kapan Yesus lahir, apakah saat musim panas dimana gembala berbaring di padang rumput atau musim dingin. Pastinya saat para Majus telah bertemu Yesus, perhatikan Injil Matius 2: 11, "Maka masuklah mereka ke dalam RUMAH itu dan melihat ANAK itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Rumah dan bukan palungan, serta Yesus berupa anak yg gak bayi. Esensi yg perlu dimanifestasi sbg Epifani adalah proses pengakuan yg hanya akan memberi penerangan bagi mereka yg memiliki keyakinan dan menjalaninya. Epifani hanya istilah dan cara, tim Barcelona sudah langganan juara seperti halnya Yesus telah lahir dan para Majus datang mengakui. Bahkan jika dikisahkan ada Majus keempat bernama Artaban yg bermaksud mempersembahkan tiga permata, boleh berarti ada Epifani lainnya. BTW, siapa lagi Artaban? Konon doi ketinggalan rombongan karena menolong seseorang sehingga satu permata dijual. Artaban tetap mencari Yesus dan menyaksikan Herodes membunuh seluruh balita Betlehem, berakibat kehilangan permata kedua supaya prajurit urung menikam seorang bayi. Hingga 30 tahun lebih pencaharian, iapun mendengar Yesus akan disalib. Masih ada satu permata terindah yg dipersembahakan, apa daya ia harus menebus seorang anak dari perbudakan. Lalu sejarah mencatat ada gempa besar di Golgota, Artabanpun tersungkur dan sekarat dgn air mata berlinang. Namun seberkas cahaya menyinari dan menyeka wajah Artaban, Yesus telah menerima persembahannya serta mengajak ke surga. Rupanya Artaban mengalami berbagai Epifani hingga menemukan manifestasi tertinggi. Nah, kembali gantilah nama Artaban menjadi "Saya", "Anda", apapun.

6 komentar:

endyonisius mengatakan...

Sekaligus selamat membuka tahun 2012

Anonim mengatakan...

Advice is what we ask for when we already know the answer but wish we didn't ...

Erica

Helmi Syaifullon mengatakan...

Manusia adalah satu-satunya makhluk yg DAPAT membentuk ulang & mencetak ulang dirinya sendiri dgn mengubah sikapnya scr SADAR..

Anonim mengatakan...

msh inget gereja loh, ndy??

Anonim mengatakan...

gereja buat ndy hanya hiasan dan bangunan selayaknya bangunan lainnya!

endyonisius mengatakan...

Buat kedua anonim terakhir, gereja tentu bukan sekadar bangunan. Jika menurut kanonik Matius 18:20, gereja adalah eklesia atau sekumpulan orang beriman atas nama Tuhan.

Poskan Komentar