Follow me on Twitter RSS FEED

Training Day (2001)

Struggle between good-evil, often appears
to be good .. Justifying actions & decisions.
You have to decide if you're a sheep or a wolf.
You want to go to the grave or you want to go home.
So you did, what you had to do .. auuuwww!!

+: Alonzo: You know what, aku bisa menghamili istrimu dan memberinya anak lekaki!
-: Jake: Hei man, jangan bicarakan keluargaku.
+: Alonzo: Ok .. I respect that. I've got my queen, too. Akupun mencintainya, dan slalu ingat kecantikannya. Maka itu saat bercinta, aku menatap matanya.
-: Jake: Enough, jangan bicarakan istriku lagi.

+: Alonzo: Nah, itulah problemnya. Kau sangat mencintainya, dan itu jelas terlihat. Maka begitu kau bawa istrimu ke kantor, kau tak akan pernah bisa pulang lagi. So .. kau harus sembunyikan itu. The point is, jika musuhmu bisa mengetahui hal itu, maka .. bum, mereka akan gunakan istrimu untuk menghabisimu.

-: Jake: Errrhh ..

+: Alonzo: Now, copot cincin kawin itu. I'm serious about that!

Everyday is a war being waged on inner city streets. A war between drug dealers and the crowds sworn to protect one from the other. This war has its casualties, LAPD Detective Sergeant Alonzo Harris as a veteran narcotics officer whose questionable methodology blurs the line between legality and corruption. His tour of duty in the streets is fighting crime and by his tale shadows Alonzo tests the resolve of rookie Jake Hoyt.

Jake is a young cop, earns an assignment to the narcotics division under the tutelage of Harris. From the get go, Alonzo teased Hoyt struggles to maintain his law-abiding nature. Over the next 24-hours, Jake will be pulled deeper and deeper into the ethical mire of Alonzo's logic as both men put their lives and careers on the line to serve their conflicting notions of justice.

Suatu hal berkesan adalah ketika Alonzo to set Jake up with canabis. Kemudian doktrin macho-isme ala Alonzo mulai dijejalkan pada Jake dalam keadaan pusing, sebuah strategi taktis. Contoh percakapan di atas menggambarkan bahwa dalam konteks perang, jangan sesekali memperlihatkan peluang kelemahan pada musuh. Potensi ancaman terbesar dari musuh adalah saat mereka menggunakan titik terlemah seorang pria yakni perempuannya. Cinta kepada keluarga, adalah bencana yg bisa dimanfaatkan lawannya.
Jika dogma ini mulai meresap, ajaran selanjutnya akan terasa masuk akal. Polisi ibaratnya aparat bersenjata yg bertugas untuk melindungi domba dari ancaman srigala. Maka jika ingin menang dan menguasai srigala, bersiaplah untuk menjadi srigala yg lebih ganas. Antara penegak hukum dengan pelanggar hukum verbal menjadi tipis, tergantung pada sisi jalan mana mereka berpijak. This is not only about 'man is a wolf to man' stuff, namun siap bersikap untuk lebih keji yakni melibatkan istri bahkan menyandera para keluarga.
- Jake: Why you do this to me? (mabuk ganja)

+ Alonzo: You're an adult, mate! Nobody told you to smoke that.
Kau telah memutuskan dan kau harus hidup dari keputusan itu.
Now we, to protect the sheep, we've gotta catch the wolf.
And it takes the wolf .. to catch the wolf, understand?

-duke-

1 komentar:

Anonim mengatakan...

That illustrates how fragile a grip humans have on the notion of what is right and wrong.

Poskan Komentar