Follow me on Twitter RSS FEED

Raging Bull

New York City, 1964 : An Evening with Jake La Motta.
Those cheers still ring in my ears
And for years, they remain in my thoughts.
Lantas suatu ketika, aku took off jubahku
Sekaligus lupa, "I forgot to wear shorts!"

But it ain't the ring, ini permainan sesungguhnya
So give me a stage .. dan aku akan melampiaskannya
Meski aku bertinju, tapi (kali ini) I'd rather to recite
That's entertainment .. maka beginilah pertunjukan-nya.
The final words of the monologue, "That's entertainment", are sharply juxtaposed with the closeup of young boxer La Motta receiving several rapid punches to the jaw in a different performing art, the sport of boxing. The camera pans down a sign outside the Barbizon Plaza Theatre, "An Evening With Jake La Motta Tonight 8:30". In voice-over, Jake La Motta speaks, alone in his dressing room where he rehearses for his nightclub appearance reciting bits of Shakespearean tragedy, wearing a tuxedo and open shirt. His fantasy of disrobing in the ring presents the film's recurrent theme of sexual anxiety, fear, and confusion. Boxer Jake La Motta aka 'Bull' warms up alone in the ring by shadow-boxing into the smoky air. He gracefully dances in slow motion with the dreamy sequence to the melancholy, haunting by soundtrack of the "Intermezzo" from Cavalleria Rusticana (an opera by Pietro Mascagni). Raging Bull, a biopic about brute force, anger, and grief.

Jake La Motta dikenal sbg petinju kelas berat dunia. Ia terobsesi pada kekerasan, sekaligus posesif terhadap wanita terutama istrinya. Hal yg membuat hidupnya selalu tegang bak perang, selalu menuntut waspada namun amat dibutuhkan saat ia berlaga di ring. Menjadikan problem ketika ia semakin gak bisa membedakan mana kehidupan di atas ring atau sedang di dunia nyata. Serta problem ini merembet ke sekitarnya, sehingga bukan menjadi problem bagi dirinya saja. Julukan Raging Bull, banteng mengamuk, merupakan karakter dalam hidup kesehariannya. Raging Bull adalah tipikal manusia yg tenggelam dalam ego serta mengalami masalah keseharian tanpa dia bisa kendalikan lagi. Raging Bull sesungguhnya ada di tiap manusia, kata kunci untuk meredamnya bermasalah adalah "pengendalian diri".
[Jake to his brother Joey, after he kiss Jake's wife]
(Jk) : Hei .. kok pake cium ke bibir?
(Jo) : Emang napa? Dia kan iparku juga?
(Jk) : Ain't her cheek good enough?
(Jo) : Ow c'mon, Jake ..
(Jk) : Aku aja gak nyium mama kayak begitu.
(Jo) : Well, you’re not suppose to ..
(Jk) : That's it. That's what I mean, Joey
Salah satu moment terpentingnya adalah pertemuan legendaris dgn lawan terberatnya di sepanjang karir, Sugar Ray Robinson. They've fought five times between 1942 until 1945, it's been a blazing about for the middleweight championship. Someway in the 13th round of their last battle, the championship changed hands. Sabuk beralih dari tangan Jake the Bull Bronx' sbg sang juara bertahan, kepada sang penantang menjadi juara dunia baru .. Sugar Ray. Sebuah epic yg tercatat sbg rivalitas paling sengit di dunia tinju profesional, serta cuma 'the Bull' yg paling sesumbar bisa merobohkan legenda Ray. Dalam seluruh pertemuan mereka, the Bull pernah mengkanvaskan dan menang telak atas Ray. Sebaliknya Ray gak bisa menumbangkan the Bull walau berhasil merampas gelarnya. The Bull memang gak pernah tumbang, di ring maupun di kehidupannya. Hanya satu yg bisa dan pernah membuatnya terkapar, wanita yg jadi istrinya. Sementara Ray kemudian membuat rekor sbg pemegang juara dunia di lima kelas yg berbeda.
Raging Bull mendapatkan delapan nominasi Oscar, memenangkan dua termasuk Best Actor untuk de Niro yg khusus mempersiapkan diri. Sementara Martin Scorsese memulai 'kutukan pertamanya', hingga lima kali nominasi sutradara terbaik namun gk pernah menang. Tercatat Robert Redford (Ordinary People) yg pertama mengalahkannya. Lalu 'The Last Temptetion of Christ' menyerah pada Barry Levinson (Rain Man). Yang ketiga, 'Goodfellas' ditendang 'Dances With Wolves'. Berikutnya 'Gangs Of New York' dihajar The Pianist milik Roman Polanski, maupun ambisinya melalui biopic 'Aviator' gagal mencapai Oscar setelah di KO Clint Eastwood. Hingga akhirnya The Departed muncul, dan sejarah film kembali mencatat namanya.
Hey Ray, I never went down. You never got me down.
You hear me, you never got me down ray .. see?
Yeah, I'm the boss .. that's my entertainment!
-duke-

2 komentar:

toon mengatakan...

ini film keren!

Saiframoedya mengatakan...

When you are right, no one remembers. But when you are wrong, no one forgets... Welcome to the real world.

Poskan Komentar