Follow me on Twitter RSS FEED

El Clasico 158th - 2009

"And, it's never happened before, in their 79 meetings.
Surely devastating. That's we call it .. humiliating!!".
Kata2 inilah yang paling dominan dilontarkan sembari tak
percaya oleh komentator TV, La Liga 2 Mei 2009 malam.
Malam ini pertempuran dua raksasa Spanyol selaku one of the oldest rivalries in the world of football. No footballing rivalries might have so much broadly -even political ways- influence like the El Classico. May be the Israel x Palestina clashes are the only one which is similar to their battle. It has always been considered as the clash of two political ideologies, rather than footballing. Definitely Real Madrid vs Barcelona clash is a clash of two footballing philosophies, but the political reasons have always dominated. For Barca supporters it's been always a clash between the oppressor and oppressed.
El Clasico, laga terdahsyat yg pernah ada dalam satu abad terakhir. Real Madrid bertemu Barcelona, the Castilans versus Catalanism. From the early days of football in Spain history, there two clubs were seen as representatives of the Spanish Centralized State against Catalonia, as well as the two big cities themselves which the two clubs are the most successful and influential football clubs in the world. Tak kalah dari aroma derby Liverpool vs Everton yg hanya dibatasi sungai Merseyside yg membelah si Merah dan sang Biru dan mengakar sejak abad 18. Begitupun rivalitas bebuyutan memperebutkan tahta kota Milan antara Milanisti versus Inter, atau AC Milan dgn Juventus, perseteruan abadi Ajax dan Feyenoord, hingga Arema atau Persema selaku penguasa sejati kota Malang Indonesia. Filosofinya amat jelas: "Boleh gagal juara ato kalah dari klub lain, selain oleh dia!".

Real Madrid 2009 memasuki lapangan dgn kepala tegak tengadah, berbekal rekor sempurna pada 18 laga terakhir tanpa terkalahkan di La Liga. Sementara Barcelona masih menjalani jadwal pekan neraka, imbang lawan Valencia di liga, dan baru saja tertahan oleh Chelsea di kandang Neu Camp tiga hari lalu. Tiga hari kedepan harus bertandang hidup mati di Stamford Bridge of London. Guss Hiddink di sisi Chelsea jelas lebih cerdas, jeli, dan berwawasan ketimbang Juande Ramos. Walau hasilnya sama, yakni "dipermalukan". Hiddink 'berkhianat' pada karakter aslinya pada Total Football secara ofensif, menjadi negative football pada leg pertama Champion 2009. Sementara Ramos, rekornya gak jelek2 amat. Dari 20 laga lokal, statistiknya 17 menang, sekali draw dan 2 kalah. Masalahnya, yg dua itu dicatat dari seteru abadi atas nama El Clasico, selain pula digilir oleh Liverpool dan Juve.
Esensi El Clasico bukan cuma perkara bola, tapi tradisi berikut harga diri. Hingga jornada ke 158 bertempat di Santiago Bernabeu, telah tercatat 68 kemenangan 262 gol untuk Real Madrid. Bagi Barcelona menang 60 dgn 242 gol, 30 hasil imbang. Kenangan manis terakhir Barca dalam pertempuran ini adalah tahun 1994, Azulgrana pernah menghajar El Galacticos dgn rekor 5 - 0 di Neu Camp. Romario mencetak hatrik, plus Ronald Koeman dan Ivan. Juga pada 2005, seluruh penonton stadion keramat Bernabeu memberi aplus plus standing ovation buat aktor paling pantas, justru pada pemain lawan. Dialah Ronal'magic'dinho sang pemborong 2 gol, yg lantas membalas dgn gaya 'take a bow' nan teatrikal dari sudut lapangan ke penonton. Sungguh pengakuan yg jarang dari rival sejati berupa salute buat Azulgrana, sekaligus mencibir tim kesayangannya di kandang sendiri.
El Classico may not have a political influence of the older times, but it is still a clash of two contrasting ideologies. These two clubs always remain the real title contenders and a clash between these two at many times, decides the title. It is also one of the biggest marketing fiesta in modern day of football. This is a clash between a Real Madrid side, who has been stitched together with over 250 million dollars and a Barcelona side which has seen majority of the stars coming out of La Masia. Real Madrid have brought some of the best players in money whereas Barca produced those great players in their side.
Dan malam ini, pada penghancuran kali ini, ada (banyak) sejarah yg baru saja terjadi lagi. Dominasi dan keindahan Barca telah meremuk kekayaan dan andalan tuan rumah, kekuatan uang bisa ditundukkan (untuk kesekian kalinya) oleh keyakinan bakat. Real Madrid melalui rangkaian program Galacticos menggunakan uangnya mengumpulkan pemain termahal di dunia, sementara Barcelona melahirkan bakat para juara. Tiga almamater La Masia melesakkan gol indah (Puyol, Messi dua, Pique) serta dua dari the King Henry di senja usia karirnya.
El Clasico for 158th, it's more than just a game.
El Barca are magic .. El Madrid are tragic!
-duke-

1 komentar:

Y.N.W.A mengatakan...

Gerrard : 556 games; 142 goals + 83 assists.
Xavi : 557 games; 63 goals + 67 assists.

Poskan Komentar