Follow me on Twitter RSS FEED

W.A.N.T.E.D

Posted in

How far you know about destiny and blind faith?
If you believe in God, the Bible does not require complete about blind faith. He tells his children to "test" everything. According to Romans 1:20, "For since the creation of the world God's invisible qualities, His eternal power and divine nature have been clearly seen, being understood from what has been made, so that men are without excuse". When we use that quotes to Wanted, this movie is anti-God. Fate is the god of this fictional world. Whoever fate decides to kill, the assassins are expected to never question, but to deliver the murder. When the assassin gets his first killing assignment from the Loom of Fates, he does not go through with the murder. He naturally questions the assignment, stating that he does not know his target. Is the man evil? What wrong has he done? The Leader condemns this questioning, and the assassin eventually carries out the first of many murders. In short, to be a member of the Fraternity, one has to have complete, blind faith that the code is being decoded accurately.
* BLIND FAITH (spoiler alert):
Adegan setelah Wesley menembak "Cross, sang pemburu", yg diyakininya adalah pembunuh ayah kandungnya yg berjulukan The Killer. Keyakinan itu tumbuh berdasarkan doktrin, sekaligus doktrin itu pulalah yg telah membutakannya.

[Wesley]: Kau sebetulnya tau semua ini, kan?
[Fox]: Yep!
[Wesley]: Dan .. kau biarkan saja?
[Fox]: Yep!
[Wesley]: Why?
[Fox]: Karena hanya kau satu-satunya yg bisa memburu dan membunuhnya, tanpa akan dibunuh olehnya. Karena dia memang ayahmu sebenarnya.

* SINOPSIS:
Wesley (James McAvoy) seorang akuntan kantor biasa, dengan hidup menyedihkan as a loser become serta tanpa asal usul jelas. Kondisinya selalu cekak, suasana kantor penuh depresif. Serta hubungan sosialnya sbg pecundang, telah mengintimidasi sekaligus rentan dgn gangguan jantung yg berakibat ketergantungan pil anti depresi. Hingga suatu pertemuan dgn seorang wanita yg telah melindunginya dari peristiwa serangan terhadapnya yg tak dipahami. Pertemuan "kebetulan" itu kemudian membawanya ke arah penyingkapan misteri jati dirinya yg tak pernah terungkapkan, serta mengundangnya ke satu perkumpulan teramat rahasia.

Bukan perkumpulan sembarangan, karena bukan untuk publik dan memiliki reputasi yg wajib dirahasiakan. Mereka menjalankan misi khusus, berikut rekruitmen yg rumit. Sang wanita yg berjulukan Fox (Angeline Jolie) kemudian berperan sbg mentor pribadi yg juga membuka mata Wesley; "A zero to hero wannabe". Berikut doktrin bahwa peristiwa itu bukan kebetulan belaka, tapi akan terjadi. Karena ayah Wesley pernah bergabung dan memiliki reputasi khusus. Maka iapun terobsesi menjadi pewaris nama besar ayahnya, sang pembunuh legendaris dalam komunitas purba bernama Fraternity.
* FRATERNITY OF ASSASSINS:
Adalah sebutan perkumpulan pembunuh rahasia, konon dibentuk dari kebudayaan bohemian purba yg kini secara geografis terletak di wilayah Morivia yg juga sbg leluhur bangsa Cheko. Menurut Sloan, sang pemimpin Fraternity di film, perkumpulan ini dibentuk untuk menjaga keseimbangan dunia dari para pengancam kehidupan. Maka mereka bertugas membunuh dan menyebut ajal korbannya sbg takdir, berdasarkan nama yg muncul dari kode rahasia (binary) tenunan. Adapun doktrin utama sbg landasan eksekusi itu diselubungi dgn paham mulia, "Dengan membunuh satu orang, akan menyelamatkan ribuan tak berdosa lainnya".

Selaku akan tampil sbg eksekutor, rekruitment calon anggota dilakukan secara rahasia dan diutamakan memiliki latar belakang hidup yg kelam. Faktor yg dibutuhkan untuk sanggup mengatasi pola hidup stress, tertekan sekaligus mampu mengendalikan puncak adrenalin dlm memberi efek reaksi, daya tahan dan kemampuan di atas manusia normal. Walaupun mereka bekerja secara tim, namun faktor individual amat dibutuhkan melalui pelatihan fisik dan mental di atas batas manusia. Juga satu ciri dan andalan para pembunuh ini adalah kemampuan untuk menembakkan peluru lengkung, mirip tendangannya David Beckham. Yep, "Bend it like Beckham!"
* WOW FACTOR:
Satu lagi film laga adaptasi komik, karya Mark Millar. Mengenai dunia tanpa super hero namun dikontrol kumpulan pembunuh dari belakang layar. Maka cara jitu menghadapi sosok jago pembunuh adalah menghadapkan lawan dari dalam, yakni si anaknya sendiri. Tentu lewat serangkaian cuci otak sekaligus potensi twist ending. Jika anda pecinta Jolie, gak perlu ragu sekaligus mengingatkan pada film sejenis "Mr & Mrs Smith". Tapi buatku, faktor Jolie inilah yg justru sempat mengurungkan niat untuk nonton. Hanya karena ada pertemuan dgn rekan multiplyer Tjamboek Berdoeri yg lama gak ketemu, akhirnya jadi nonton bareng. Sekaligus komentarku setelah adegan 10 mnt pertama berjalan, "Ok deh Wie, nice movie .. bolehlah mirip Kill Bill ehehee".

Film ini sekaligus memperkenalkanku pada sutradara beken Rusia namun baru pertama kali muncul di Hollywood. Wanted juga karya pertamanya dalam menggunakan bahasa Inggris, Timur Bekmambetov. Konon filmnya yg berjudul Night Watch sanggup mengungguli fenomena film Lord Of The Ring di Rusia. Hmmm .. boleh masuk daftar hunting DVD nih.
* SPOOF:
Pembentukan karakter pecundang Wesley yg kemudian meledak, rasanya cocok dan disukai para penonton. Apalagi yg kehidupan kesehariannya selalu suntuk, walau gak perlu menjadi pecundang dulu. Salah satunya lewat adegan komikal gelap ketika akhirnya Wesley sanggup menghardik bossnya yg super montok itu. Lalu adegan menghajar muka "he is the man", sang sahabat yg kemudian meniduri pacarnya, lumayan indah. Tehnik slow motion menghajar wajah dgn ergonomic keyboard kesayangan yg tombolnya berserakan dan terbaca susunan karakter f.u.c.k.y.o.u, berikut sepotong geraham copot yg nimbrung melayang. Truly memorable.
[Wesley]: I'm .. sorry
[Fox]: You apologize too much
[Wesley]: Well, sorry about that!
-duke-

2 komentar:

aiste mengatakan...

the blind faith is not that blind anymore when the faith itself is blinded by another faith.

endyonisius mengatakan...

Indeed, there are things in life cannot be demonstrated and in which it should nevertheless have faith. One thing we should have faith in more than any other is our self. Nobody would want the faith of someone who had not faith even in himself.
"Blind faith" is not a product of what we can observe, what it can observe is the product of our absolute faith.

Poskan Komentar