Follow me on Twitter RSS FEED

Raul, Prince Of Bernabeu

Posted in

Inilah salah satu legenda, tentang ikon sepak bola.
Kisah sang maestro dari klub jagad raya, Real Madrid.
Dia dijuluki sang pemimpio, captain of Los Merengues.
Bakat besar nan santun menawan, bintang pujaan Spain
khususnya rakyat Castilan, 'Pangeran dari Bernabeu'.
'Marconi de san cristobal de los angeles', adalah nama khas di wilayah urban dgn mayoritas penduduk imigran serta dijejali kaum pekerja keras (working class; blue-collar) di pinggiran Madrid. Salah satu kebanggaan dan simbol kebersamaan sekaligus jati diri mewakili kalangan itu, adalah klub sepak bola bernama 'Atletico Madrid'. Disinilah Pedro Gonzalez, salah seorang pendukung fanatik klub itu bisa ceria dan melambungkan tiap mimpinya di tengah himpitan hidup. Selain demi harga diri dan prestasi, klub bola itu menjadi duta untuk melawan dominasi kekuasaan kapitalisme alias para elit, yg juga memiliki simbol kesebelasan para bintang jagad raya (los Galacticos) yakni 'Real Madrid'.

Pedro Gonzalez, memiliki darah Atletico Madrid di nadinya. Maka ia menyiapkan putranya yg masih puber, untuk bisa diterima dan jadi hero mendatang di klub itu. Namun nyaris 2 taon menunggu, tubuh puber yg kurus dan ringkih itu gak kunjung ditoleh pelatih maupun tim manajemen klub. Pedro harus bersaing dgn orang tua lain hingga bocah Madrid dgn mimpi yg sama. Dalam kekecewaan bahkan dendam, akhirnya di awal taon 1990 Pedro mendaftarkan si kurus pendiam itu ke 'sarang macan'. Kakinya gemetar di gerbang Santiago Bernabeu namun tekadnya bulat, ia harus menerobos markas si kaya yg selama ini jadi musuh bebuyutannya.

Selain karir dan prestasi yg melesat bak anak panah, Raul Gonzalez si puber nan kurus ringkih telah menjelma jadi seekor kupu anggun yg bahkan membius seluruh Semenanjung Iberia. Kehadirannya bak Yefta sang anak terbuang namun menjadi pemimpin di pihak lawannya. Raul gak berniat membalas dendam pada klub tanah kelahirannya. Namun sepanjang karir Raul hingga kini, di satu era sukses-nya yg makin menuju redup, ia masih sanggup 'menghukum' klub yg pernah menolaknya. Yakni terus memperpanjang rekor 'kutukan' yg telah berjalan selama 7 taon, alias Atletico Madrid gak pernah menang atas Real Madrid. Data merekam, Los Merengues terakhir kalah dalam derby Madrid pada Oktober 1999 dari Atletico.
Dan minggu malam pada laga kompetisi terakhir mereka, kutukan itu terus berlangsung. Sekaligus menugaskan Raul sang Pangeran Bernabeu untuk menghukum lewat golnya (lagi, untuk kesekian kali) menembus gawang Atletico. Well .. rasanya udah gak asing dan semakin relevan. Kisah nabi yg selalu berawal dari penolakan di tanahnya sendiri.
-duke-

2 komentar:

toon mengatakan...

sang legenda yg telah terbuang, hukum kapital

endyonisius mengatakan...

Jadi legenda sejati memang gak gampang. Reputasi aja kadang gak cukup, terutama saat harus bersaing dgn fulus. Raul telah mengalahkan reputasinya sendiri, ia pemain besar.

Poskan Komentar