Follow me on Twitter RSS FEED

F A L L E N

Posted in

Time is on my side, yes it is
Now you were saying, that you want to be free
But you'll come runnin' back .. to me
Waktu adalah penjara, bagi manusia fana dan dunia.
Jika sang manusia telah berfikir untuk menundukkan waktu,
sesungguhnya, dia yg telah ditundukkan sang waktu serta
selalu merindukannya. Karena 'waktu adalah ke-fana-an'.
Premises are delicate things. The root concept of a story is precious and needs to be handled with care. A demon has the ability to pass from person to person through contact, it happens to come across or is going into our personal life. It also taunts with riddles and the only way to identify the demon is by a song from the 1960's (of the Rolling Stones). It makes those it inhabits hum, whistle or sing, and the song that the "demon" is known for is just enough that you won't be going away singing the song to yourself.
Ada sebuah buku berjudul Fallen Angels. Berisi berbagai kutipan dari pandangan 'the Book of Enoch', salah satu kitab yg dikaji berdasarkan Alkitab abad pertengahan. Kisah kejatuhan (para) malaikat ke bumi serta manifestasi satan yg bertekad membalas dendam kepada sang pencipta terutama manusia sbg tumbalnya dan merusak dunia. Maka jika pernah dikatakan bahwa 'dunia (fana) adalah kerajaan dan kekuasaan satan', pendapat itu kemungkinan berasal dari konsep ini. Segala aspek dan unsur duniawi adalah non kekal sekaligus memberi keleluasaan bagi satan untuk menghasut dan menjerumuskan manusia. Tujuannya jelas, memalingkan wajah serta melupakan tujuan manusia saat berada di dunia ini sehingga melupakan janji Tuhan. Salah satu kunci utama dalam skenario ini adalah: kekuasaan terhadap waktu.

Kriteria film Fallen dgn peran Denzel Washington sbg detektif John Hobbes adalah mewakili jenis klasik yakni 'psychological thriller'. Sebuah pendekatan jitu untuk mengungkapkan beberapa karakter dan sifat manusia terdalam dalam menundukkan diri sendiri maupun orang lain, kali ini dari kacamata penegak hukum. Tinjauan secara psikologis adalah, bagaimana jika sosok penegak hukum yg patuh pada disiplin tetapi malah harus bertempur melawan 'diri sendiri' dalam aspek yg melanggar hukum? Kontradiksi yg dimiliki setiap manusia sekaligus membangkitkan emosi dan keinginan purba terdalamnya. Bahwa setiap manusia memiliki karakter setan pada hatinya, yg dapat dikendalikan atau malah menjadi inspirasi hidup. Norma dan etika dibuat menjadi salah satu pembatas nafsu setan saat menyangkut keselamatan dan kehidupan orang lain. Disinilah thriller-nya, norma dan segala etika itu sebetulnya untuk menangkal setan atau malah rekayasa kreasinya?

Sebetulnya lebih tepat jika film Fallen mewakili jenis 'dark-supernatural thriller'. Plot cerita yg dominan kelam dan suram begitu provokatif dalam sajian supernatural. Sang detektif harus menemukan sekaligus menundukkan seorang pembunuh berantai yg kejam dgn modus sama (copy-cat). Menjadi pekerjaan tambahan ketika catatan kriminal menemukan pola kejahatan serial yg sama namun berlangsung dlm rentang waktu puluhan tahun yg lampau. Bisa ada dugaan bahwa modus itu telah diwariskan sbg pola tertentu untuk tujuan khusus oleh pihak berbeda yg diwariskan. Namun saat dibuktikan bahwa pola kejahatan itu telah dilakukan oleh oknum yg sama secara puluhan bahkan ratusan tahun, secara sengaja tanpa motif kriminal selain menarik perhatian. Identitas yg ditinggalkan amat khas, melalui siulan lagu tertentu sesuai jamannya. Pembunuh itu berupa roh yg sama, menguasai waktu tanpa batas sekaligus memangsa manusia sbg budaknya, hingga akhir jaman.Sang pembunuh yg melampaui dimensi waktu ini selain demen bernyanyi, juga punya karakter lembut, suka tebakan, kidal, serta mahir berbagai bahasa terutama logat purba Aramaik. Bahasa yg dikenal dalam waktu dan lingkungan semasa Yesus hidup, dan Azazel telah hadir terutama untuk mencobai Yesus. Dia menjelma atau merasuki salah satu pasukan Romawi yg terlibat saat penyiksaan Yesus hingga disalib, dialah oknum yg menusuk lambung Yesus pertanda wafat. Azazel merupakan bagian penting yg terlibat dalam skenario duniawi ini. Azazel merupakan Imam Malaikat (Sayyid al-Malaikat), Bendaharawan Surga (Khazin al-Jannah), serta Panglima para Jin (Abu al-Jan) atau dikenal sbg Malaikat Tertinggi.

Azazel adalah al-Azaz yg berarti 'hamba' dan al-El yg berarti 'melata', sejenis Draconia? Kata al-Azaz terdiri dari empat huruf yakni Ain, Zay, Alif, kemudian Zay menjadi al-Izzah yg berarti kebanggaan atau bermaterikan api. Azazel mengambil presentatif dari Lucifer, sang Panglima Agung La'Aza'Ze yg menjadi oposan figur dari YHVH. Menurut interpretasi Septuaginta, terjemahan Tanakh Ibrani ke dalam bahasa Yunani yg berusia lebih tua dari naskah Ibrani, Azazel sbg simbol penguasa padang gurun yg ditakuti dalam bentuk 'kambing pengangkut dosa' (scapegoat). Dari sinilah muncul istilah 'kambing hitam' merujuk kepada 'the scapegoat', sbg simbol 'pihak lain' yg sesungguhnya innocent tapi dijadikan tumbal 'sasaran kesalahan'.
Azazel sesungguhnya manusia itu sendiri, namun dikutuk menjadi abadi untuk menjalani kesengsaraan yg fana ini. Azazel adalah spirit penasaran pada tiap manusia dan selalu butuh sentuhan fisik. Azazel adalah Judas yg rela menerima skenario penebusan sbg kambing hitam. Azazel dan Judas tak terbatas waktu, simbol persekutuan gelap bersama sang waktu. Azazel dan Judas akan selalu bernyanyi, mereka abadi.
Go ahead .. go ahead and light up the town
Baby, do everything your heart desires
Remember .. I'll always be around, and
I know like I've told you so many times before
You're gonna come back, baby .. you're gonna
come back .. knockin' right on my door.
-duke-

2 komentar:

aiste mengatakan...

the greatest enemies, the ones we must fight most often, are within...

endyonisius mengatakan...

Be your own master, rather than bow

Poskan Komentar